Apa Bedanya Kopi Arabika dan Robusta?
Ketika mengunjungi sebuah kafe tidak sedikit orang yang bingung saat barista memberikan pilihan mau minum kopi arabika atau robusta? Kondisi tersebut bisa saja terjadi kepada siapa saja termasuk Anda. Apalagi jika Anda adalah penikmat kopi pemula. Agar tidak terus menerus kebingungan, berikut perbedaan kopi robusta dan arabika yang wajib Anda ketahui.
Apa Itu Kopi Arabika?
Sebelum mengetahui perbedaan keduanya, sebaiknya Anda ketahui sekilas tentang kedua kopi tersebut. Kopi arabika merupakan jenis kopi nomor satu di dunia. Kopi ini mampu mendominasi minat pasar kopi dunia sebesar 75%.
Kopi arabika sebenarnya berasal dari daerah Eritrea dan Ethiopia yang kemudian dijual oleh pedagang arab ke Eropa. Kopi ini biasanya tumbuh di daerah subtropis dengan ketinggian 3.000 hingga 7.000 kaki di atas permukaan laut.
Kopi arabika memiliki ciri biji lebih panjang daripada kopi robusta. Pada proses penanaman kopi membutuhkan suhu 15 hingga 24 derajat celcius, dan kadar keasaman pH mulai 5,5 hingga 6. Selain itu, juga butuh ditanam di daerah dengan curah hujan 1.200 hingga 2.000 mm setiap tahunnya.
Apa Itu Kopi Robusta?
Kopi robusta merupakan jenis kopi yang menguasai antara 25% pasar kopi dunia. Kopi robusta biasanya tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 400 hingga 800 mdpl. Dalam proses penanamannya, kopi robusta membutuhkan curah hujan sekitar 2.000 hingga 3.000 mm setiap tahunnya dan membutuhkan suhu sekitar 24 hingga 30 derajat celcius.
Dalam segi perawatan, kopi ini bisa dibilang lebih mudah daripada arabika. Kopi robusta memiliki bentuk biji yang lebih kecil dan lebih bulat dibandingkan arabika.
Rasa Kopi Robusta Dan Arabika
Cara mudah untuk membedakan mana kopi robusta atau kopi arabika adalah dari rasanya. Kopi robusta memiliki rasa yang lebih pahit daripada arabika. Hal tersebut karena tingginya kadar kafein di dalam kopi. Kadar kafein kopi tersebut mencapai 2,2 sampai 2,7 persen. Sedangkan kadar kafein kopi arabika hanya 1,1 sampai 1,5 persen saja.
Kopi arabika memiliki rasa yang cenderung manis, bahkan terasa seperti biji-bijian, kacang-kacangan, hingga rasa buah-buahan. Salah satu contoh, kopi arabika yang memiliki rasa buah seperti jeruk adalah kopi arabika kintamani. Hal tersebut terjadi karena tanaman yang meneduhi pohon kopi tersebut adalah pohon jeruk. Rasanya yang tidak begitu pahit inilah yang membuat banyak orang menyukai jenis kopi arabika.
Harga Kopi Arabika Dan Robusta
Soal harga, kopi arabika memiliki nilai jual yang lebih mahal dibandingkan kopi robusta. Hal tersebut terjadi karena proses penanaman dan perawatan kopi Arabika terbilang cukup sulit. Selain itu, permintaan pasar yang begitu tinggi juga mempengaruhi harga jual kopi arabika.
Di pasaran sendiri, kopi arabika dibagi menjadi dua macam yaitu roasted dan green bean. Untuk harga jual jenis arabika roasting dibanderol dengan harga mulai Rp 150.000 hingga Rp 3.50.000 dalam bentuk biji atau bubuk halus.
Sedangkan untuk jenis arabika green bean dijual dengan harga Rp. 55.000 hingga mencapai Rp 150.000 tergantung jenis kopi dan daerah asal kopi. Sedangkan harga kopi robusta lebih murah karena pohon kopinya lebih tahan banting dari suhu panas dan serangan hama. Dan masa panen kopi robusta dapat dilakukan setiap 8 hingga 9 bulan setelah siklus pembungaan. Sehingga dalam satu tahun proses panen bisa dilakukan sebanyak 2 kali.
Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Anda sudah bisa membedakan kopi robusta dan arabika?

